Minggu, 05 Mei 2013

Konsep Kepemimpinan dalam Budaya Jawa (Part 1)

Dalam dunia kepemimpinan, kita mengenal banyak sekali teori dari berbagai macam ahli kepemimpinan, baik dari dalam dan luar negeri.  Namun kita kadang lupa bahwa para pendahulu bangsa kita, khususnya Raja-Raja tanah Jawa memiliki konsep kepemimpinan yang sangat mendalam dan tinggi maknanya yang hingga saat ini masih amat relevan untuk diaplikasikan dalam melaksanakan tugas sebagai pemimpin bangsa baik dalam lingkungan militer, sipil hingga swasta.  Hal ini jika dapat dilaksanakan oleh para pemimpin kita tentu akan amat berarti dan bermakna bagi pembangunan bangsa dan negara ini.

Konsep tersebut terdiri dari berbagai macam, bahkan banyak sekali jika kita akan menggalinya satu persatu.  Sebagai contoh, Mahapatih Gajah Mada memiliki banyak konsep kepemimpinan dalam mengabdi menjadi Mahapatih Majapahit sehingga akhirnya Majapahit dapat menjadi sebuah negara besar yang berkuasa dari timur melewati Tumasek hingga Seram di Timur. Namun dari sekian banyak konsep atau model kepemimpinan yang ada, akan saya coba dengan beberapa konsep dulu.

Catur Dharmaning Raja

Yaitu empat sifat utama seorang pemimpin sebagai pemimpin militer, yaitu :

Jana Wisesa Suda yang artinya seorang pemimpin militer hendaknya menguasai segala macam ilmu, baik tentang teknologi, kemiliteran bahkan hingga ilmu keagamaan baik secara teori maupun praktek.  Hal ini dimaksud bahwa pemimpin selain pintar/pandai dalam ilmu peperangan, namun juga harus mengetahui perkembangan teknologi. Dan sebagai dasar dari itu semua, perlu dilandasi dengan nilai-nilai ketaatan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Kaprahitaning Praja yang artinya bahwa pemimpin harus punya rasa belas kasihan pada bawahan, berusaha untuk membantu setiap penyelesaian masalah yang dialaminya dan mengarah pada perbaikan baik sikap, perilaku, situasi dan kondisi.  Hal ini sangat penting karena dengan demikian pemimpin tersebut akan dekat dengan bawahannya ia akan dicintai dan dihormati oleh bawahannya. 

Kawiryan yang berarti bahwa seorang pemimpin militer harus memiliki keberanian untuk menegakkan kebenaran hukum dan keadilan.  Apa artinya seorang pemimpin dari kesatuan militer jika ia sendiri tidak mampu menegakkan hukum dan keadilan.  Hukum dan keadilan berdasarkan aturan perundang-undangan, bukan hukum dan keadilan berdasarkan pemahamannya sendiri.   

Kawibawan, berarti seorang pemimpin militer harus memiliki kewibawaan baik dimata anggotanya dan masyarakat sehingga  setiap rencana dan program yang dijalankan dapat berjalan dengan baik karena seluruh lapisan mendukung dengan sepenuh hati.  Tanpa adanya kewibawaan, maka semua yang dikerjakan oleh bawahannya semata-mata hanya karena perintah dan tugas bukan karena kesadaran yang mendalam serta loyalitas dari bawahan terhadap atasannya.

Selain konsep tersebut, ada pula konsep yang dikembangkan oleh Mahapatih Gajah Mada dalam  mempimpin Majapahit mencapai kegemilangannya, yaitu Catur Kamulyaning Nerpati yang merupakan empat sifat utama bagi seorang negarawan yang berisi : 

Jalma Sulaksana, seorang pemimpin atau negarawan sebaiknya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang didasari oleh pengetahuan keagamaan yang dapat ditunjukkan dalam teori maupun praktek sehari-hari.  Tanpa didasari oleh iman terhadap Tuhan Yang Maha Esa, maka sia-sialah ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimilikinya

Praja Sulaksana yaitu memiliki rasa welas asih kepada rakyat dan mengupayakan untuk memperbaiki kondisi rakyat secara terus menerus hingga tujuannya membentuk masyarakat yang adil makmur dapat tercapai.   

Wirya Sulaksana yang artinya mempunyai keberanian untuk menegakkan kebenaran dan keadilan berdasarkan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.   

Wibawa Sulaksana yang berarti pemimpin tersebut memiliki kewibawaan terhadap rakyat.  Kewibawaan ini tidak selalu identik denan kekerasan namun dengan cara yang tepat yang dimiliki oleh masing-masing pemimpin, seharusnya mereka mendapatkan kewibawaan mereka dari masyarakat.

Masih banyak konsep lain yang berasal dari keagungan para pendahulu kita.  Namun untuk saat ini, sekian dulu dan akan kita sambung di waktu mendatang..

HS71

Disadur dari berbagai sumber 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar